Langkah ke 8 Sapto Satrio Mulyo Teras Cisarua

Bersama Membangun Kabupaten Bogor

Berbasis Kearifan Lokal

DPR-RI

DPRD Provinsi

DPRD Kab. Dapil 3

8 Tips Sehat

4 Tips Sehat

6 Tips Sehat

DENGAN KETULUSANNYA SYAMSUL BAHRI MENGEVAKUASI PASIEN ODJG

Syamsul Bahri kedua dari kiri
Desa Tugu (TerasMegamendung) - Syamsul Bahri seorang Aktivis Kesehatan, selalu sigap menanggapi lingkungannya, dari hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan.

Kali ini, dirinya harus berhubungan dengan ODJG (Orang dalam Gangguan Jiwa) di Desa Tugu Selatan RT 02/15 Jalan Gandamanah di pagi buta (Jam 2 pagi - 22/01/19). Syamsul begitu panggilannya, di pagi buta itu harus membawa ODJG tersebut ke Rumah Sakit Marzuki Mahdi di Bogor.

Letih wajahnya, setelah semua beres ia lakukan. Begitulah ia selalu berlaku kepada siapapun yang membutuhkan pertolongan. Tak peduli badannya sudah begitu lunglai, dan tidak sedikit waktu yang sudah dihabiskan, semangatnya membantu sesama memang sudah ditunjukan dari waktu ke waktu.

Ia pun tidak melupakan kewajibannya yang lain, "Sekarang sudah beres semua, saya harus bergegas kembali ke rumah, ini khan hari kerja", tandasnya kepada awak media. (SSM & AP)

Syamsul Bahri Terus Berusaha untuk Sembuhkan Pak Ismail

Cisarua (TerasCisarua) - Pak Ismail adalah Warga Kampung Citalingkup Desa Cilember Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor, menderita sakit prostat, sehingga menggunakan selang untuk buang air kecil selama 1 tahun berjalan.

Beberapa bulan lalu, dirinya dibawa ke salahsatu RS, ternyata ditolak karena BPJS nya nunggak senilai 4 juta, untuk itu Syamsul Bahri mencoba mencarikan berbagai jalan keluar, yang hingga kini terus diupayakannya. 

"Olehkarenanya saya selaku aktivis sosial kesehatan, dan juga salahsatu caleg dapil 3 partai Nasdem mencarikan "Win" Solution" untuk kesembuhan bapak Ismail." jelas Syamsul Bahri

Warga Miskin Desa Cidokom, Di Tolak Rumah Sakit

Samsul Bahri ingin mengevakuasi
Cisarua (TerasCisarua)-Herna Ningsih, siswa kelas 8 SMP sudah bergelut dengan penyakit yang dideritanya. Orang tuanya, warga Kampung Cidokom 5, Desa Kopo, tergolong miskin. Menurut orang tuanya, sudah menderita sakit selama 4 bulan terakhir.

Detik-detik evakuasi
Menurutnya, pihak Desa melalui RT telah berupaya untuk dapat dirawat di rumah sakit. Namun, upayanya selalu gagal. Pihak rumah sakit selalu beralasan, ruang rawat penuh.

Mendengar informasi tersebut, Syamsul Bahri, seorang aktivitas sosial kesehatan, yang juga Caleg DPRD Kabupaten Bogor, segera menyambanginya.

Sabtu, 21 Desember 2018 jam 20.00 pasien segera dibawa ke RSPG Cibeurem.(Agus Pranoto)

DPC NasDem Kecamatan Cisarua, Bertekad Menjadikan NasDem 3 Besar

Ridwan Mulyawan
Cisarua (TerasCisarua) - Ketua DPC Partai NasDem Kecamatan Cisarua, Bogor, Ridwan Mulyawan, adalah seorang pemuda, yang energik, ramah, dan termasuk "orang gaul". Sebagai orang gaul, tidak heran, dia dikenal masyarakat, terutama anak-anak muda di 10 Desa yang ada di Kecamatan Cisarua. Dirinya, bersama seluruh jajaran Pengurus DPC dan Pengurus DPRt, berupaya keras, pada Pemilu Serentak 2019, perolehan suara Partai NasDem di kecamatannya, termasuk 3 besar. 
 
Untuk mewujudkannya, Kang Ridwan, biasa dirinya disapa, menjalin komunikasi dan bersinergi dengan DPRt dan para Caleg DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten. Sebagai Ketua DPC, dirinya berkewajiban membantu seluruh Caleg, untuk melakukan sosialisasi dan kampanye. Caleg DPR RI, Sapto Satrio Mulyo, DPRD Provinsi, Agus Pranoto, dan DPRD Kabupaten, Syamsul Bahri, kerap bersaman dirinya melakukan blusukan dan sosialisasi.

"Dalam berbagai kesempatan, saya menyampaikan pada masyarakat, gagasan Partai NasDem tentang "Restorasi Indonesia" dan budaya "Politik Tanpa Mahar" yang secara nyata diterapkan" paparnya

Kang Ridwan, lebih lanjut menjelaskan pada #awak media, dirinya dan para Caleg mendapat sambutan yang sangat baik. Masyarakat sangat mendukung gagasan restorasi, politik tanpa mahar. Selain itu, masyarakat menilai visi, misi dan program kerja yang disampaikan caleg, sangat jelas dan konkrit. (EW)

Jokowi Presiden Terhebat Sepanjang sejarah Dunia

Rakyat harus Bersyukur Kalian mempunyai Presiden yang Peduli Nasib Bangsa dan Nasib Keturunan mu!

Jokowi Presiden Terhebat Sepanjang sejarah Dunia, dalam Tempo 5 Tahun Cita-cita Bung Karno dan Pak HartoTerealisasi semuanya!

Saya Saksi Hidup Sejarah Indonesia Merdeka, sejak Jokowi Berkuasa, Mafia dan Pejabat Korup Lumpuh dan Bangkrut

_Jusuf Kalla_

SAPTO SATRIO MULYO - 8 - MAKNA BUDI PEKERTI

  1. Budi Pekerti adalah sebuah sistem didalam pikiran orang waras, yang dapat memberikan keseimbangan, dan keharmonisan dalam hidup bermasyarakat, karena budi pekerti berperan sebagai identitas dan budaya bangsa.
  2. Budi pekerti adalah tingkah laku, perangai, akhlak, dan watak. 
  3. Budi pekerti secara epistimologi, Budi berarti kesadaran, pengertian, pikiran, dan kecerdasan, sementara Pekerti bermakna penampilan, perilaku, yang dapat diartikan sebagai sebuah kesadaran seseorang dalam bertindak dan berperilaku.
  4. Budi pekerti merupakan sebuah sikap positif, juga didalamnya termasuk tindakan sopan santun, yang yang diperoleh dari kebiasaaan yang dilakukan sejak kecil.
  5. Budi pekerti adalah sebuah sikap yang akan terbentuk dalam benak setiap orang waras dengan sendirinya, melalui empatinya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat diartikan sebagai moral, etika, akhlak mulia, tata krama, dan sopan santun.
  6. Budi Pekerti merupakan ukuran moral yang baik atau buruk, hal ini tergantung pada nurani yang dimiliki oleh seseorang. Apakah dia waras atau tidak,,, 
  7. Budi Pekerti sepertinya sangat mirip dengan moral, tetapi berbeda dengan etika, karena pengertian etika adalah sebuah kebiasaan yang diterima oleh kelompok, organisasi, atau masyarakat tertentu. 
  8. Budi pekerti adalah sebuah nilai luhur yang diturunkan secara turun temurun, dari Leluhur Nenek Moyang Bangsa Indonesia.


Seseorang yang memiliki budi pekerti, akan memiliki moral yang baik, dan akan membentuk etika orang tersebut menjadi baik. Foto - Istimewa

Selamat Hari Pramuka ke-57

Citeureup,  (TerasCiteureup) - Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pndidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia.

Gerakan Pramuka di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1923, hal ini ditandai dengan berdirinya Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung, yang diikuti dengan adanya 
Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO) di Jakarta.

Hasil Survey Pasangan RINDU Unggul, Pesan Ridwan Kamil : "Jangan Lengah di Hari H"

Ridwan Kamil saat di acara halal bihalal di kediaman Oesman Sapta, pada sabtu (16/6/2018)
Cisarua, (TerasCisarua) - Beberapa lembaga survei menyatakan, bahwa elektabilitas pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum berada di urutan teratas jelang Pilkada Jawa Barat 2018.

Di dalam Pilkada Jabar, pasangan nomor urur 1 tersebut melawan pasangan  Hasanuddin-Anton Charliyan, pasangan Sudrajat-Ahmat Syaikhu, dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Kang Emil, betigu panggilan akrab bagi Walikota Bandung ini, mengatakan, keberadaan saksi di tiap tempat pemungutan suara (TPS) menjadi salah satu faktor penting dalam memenangkan pilkada.

Ia mengungkapkan, timnya telah menyiapkan dan melatih saksi-saksi yang akan bertugas di tiap TPS, dan berharap, upaya yang dilakukan saat ini akan memberikan hasil yang maksimal saat Pilkada.

Pemungutan dan penghitungan suara Pilkada Serentak 2018 akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018. Sedangkan rekapitulasi akan dilaksanakan pada 28 Juni 2018.

"Tinggal berdoa saja, sebagai manusia beragama kita berdoa saja agar ikhtiar ini membuahkan hasil. Tapi apapun hasilnya kita sangat iklas karena namanya takdir sudah ada yang mengatur,"  kata Cagub Jabar ini.

Sebelumnya, Hasil survei Litbang Kompas Mei 2018 menunjukkan elektabilitas pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul mencapai 40,4 persen.

Sedangkan pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 39,1 persen responden pemilih.

Sementara itu, berdasarkan hasil survei Charta Politika Juni 2018, elektabilitas Ridwan Kamil-UU Ruzhanul Ulum berada di urutan pertama, Deddy Mizwar-Dedi Mulyani berada di urutan kedua, menjelang Pilkada Jawa Barat 2018.

Menurut survey, Elektabilitas Ridwan-UU sebesar 37,3 persen. Sementara pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi sebesar 34,5 persen. Sementara dua pasang lainnya berada di posisi ketiga dan keempat. (DE)  

Taman Safari Indonesia


Alamat

Jl. Raya Puncak No. 601
Cibeureum, Cisarua, Kabupaten Bogor
Jawa Barat 16750



Tempat konservasi untuk umum, Taman Safari Indonesia (TSI). Destinasi yang juga dikenal sebagai Taman Safari Bogor ini menjadi objek wisata populer di kawasan Puncak.

Dibangun tahun 1980, TSI tidak sekedar melestarikan satwa-satwa langka, namun juga menjadi destinasi wisata keluarga, edukasi, alam, dan petualangan yang menarik.

Hewan-hewan disana berkeliaran di lingkungan yang dibuat mirip dengan habitat asalnya, inilah yang  membedakan TSI dari kebun binatang pada umumnya.

Pengunjung dapat melihat dan berinteraksi dengan hewan-hewan dari dekat. Sementara itu, para satwa bisa lebih bebas bergerak tanpa terpenjara kandang yang sempit.

Hingga akhir 2017, koleksi satwa TSI lebih kuran 2.500 lebih' yang juga terdiri dari hewan-hewan dari Indonesia, dan juga dari berbagai penjuru dunia.

TSI memiliki lebih dari 20 wahana permainan dan 9 pertunjukan yang dapat dinikmati para pengunjung. 

Sapto Satrio Mulyo - Semoga Bermanfaat   Foto : Istimewa

Jadilah Politisi Negarawan, Jangan Jadi Politisi Politikus

Cisarua, (TerasCisarua) - Mungkin Sobat akan bertanya? Apakah ada perbedaan, antara Politisi Politikus dengan Politisi Negarawan? Keduanya khan sama-sama Politisi.

Sepintas memang tidak ada bedanya, sama-sama ingin merebut kekuasaan...

Berjuang membangun Bangsa Indonesia, tidak harus melalui karir menjadi “Politisi Politikus”, yang jalannya, hanya melalui lembaga-lembaga politik yang sudah dikuasi oleh politisi-politisi yang mapan dan tetap berjuang demi kekuasaannya semata.

Seorang pencari kekuasaan (Politisi), seyogyanya mempunyai cita-cita, bahwa kekuasaan yang dicapainya kelak, menjadi alat untuk membangun Bangsa-nya sendiri, bukan bangsanya orang lain – seperti sekarang ini – Freeport contohnya.

Sementara Politisi Politikus yang ada saat ini, mereka hanya ingin mempertahankan eksistensinya dalam kelihaiannya mamanajemeni kondisi yang chaos. Ibarat orang sedang bermain selancar, jika gagal sampai di tepi, ia pun kembali terombang-ambing dalam kekacauan itu sendiri.

Kita tahu sekarang ini, Politisi Politikus hanya untuk gaya-gayaan, tidak mengena pada eksistensi peran yang seyogyanya diterapkan untuk Bangsa ini.

Oleh karenanya saya membedakan secara dikotomi, antara “Politisi Politikus” (Kucing yang jadi Politisi) dengan “Politisi Negarawan” (Anjing yang jadi Politisi)

Kondisi sekarang ini memang ibarat tembok besar yang ada didepan kita, hal ini mengingat Negara-negara Barat dan Negara-negara Timur Tengah yang sudah lebih solid, bekerja sama dengan penghianat-penghianat Bangsa ini, untuk mengombang-ambingkan ombak yang sedang dipakai selancar oleh Politisi Politikus WNI itu sendiri.

Politisi Politikus yang bermain selancar pun, dengan serta merta riang gembira, ketika jatuh dari “papan selancar-nya”, karena mereka tahu bahwa yang membuat ombak tersebut adalah teman-temannya sendiri. Begitulah seorang Politisi Politikus melihat dua kekuatan tersebut di atas, sebagai kawan.

Mengapa sebagai kawan, karena seorang penghianat melihat bangsanya sendiri adalah musuh utamanya.

Kiranya sudah cukup diskripsi tentang Politisi Politikus tersebut. Sekarang apa konkritnya???

Tembok besar tidak dapat dilawan dengan kekuatan senjata jadul. Kini saatnya kita menggunakan kekuatan akar rumput. Kita punya budaya “Kearifan Lokal”, semua nilai-nilai lokal, tidak terlepas dari pola hidup, pola makan dan makanan yang dimakan, hingga hiburan yang akan kita nikmati.

Kekayaan kita yang berupa fisik, sudah lama dirampok. Sementara, kekayaan kita yang berupa non-fisik, seperti kebudayaan, sudah lama pula dilunturkan oleh kedua kekuatan tersebut di atas.

Jadilah Politisi Negarawan, berjuang tidak harus dari partai, atau jalur politik lainnya. Berikan pembelajaran bagi sekeliling kita, bahwa kita harus mempertahankan segala kekayaan Bangsa ini.

Bagaimana caranya?

Kita bisa belajar sendiri mengenai "Kearifan Lokal" Bangsa kita, bukan nilai-nilai Barat atau Timur Tengah yang dibungkus, seolah-seolah menjadi kebiasaan kita di masa sekarang ini.

Sapto Satrio Mulyo | Foto : Istimewa
Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal

Sebuah pola kehidupan peninggalan Leluhur kita yang banyak dilupakan. Sejatinya, Kearifan Lokal tidak bertolak belakang dengan Modernisasi, tetapi justru sebagai rel atau pijakan kemana arah Bangsa ini akan berlabuh dengan Sehat

Cisarua yang ber-Kearifan Lokal, pasti lebih maju, Sejahtera Aman Tentram

Bogor Sehat (Sejahtera, Aman dan Tentram )

Artikel Baru

Artikel Lama